Bukan Hanya Nutrisi saja, Dukungan Keluarga Sangat Penting Untuk Ciptakan Generasi Emas 2045

P_20170912_182238-01

Beberapa waktu lalu kita sudah membahas tentang perlunya asupan nutrisi yang seimbang untuk wujudkan Generasi Emas 2045 Disini dan kali inai kita akan membahas lebih lanjut tentang menciptakan Generasi Emas 2045. Namun kali ini bagai mana kalo saya menggalih dari cara pola asuh untuk menjadikan anak-anak kita menjadi Generasi Emas yang siap untuk meraih dunia.

Kali ini bersama teman-teman Blogger lainya, saya mendapat kesempatan lagi nih untuk kumpul dan diskusi bareng. Dikawasan Jakarta selatan, bersama undangan lainya kita membahas tentang “Mari menjadi ibu Melek Nutrisi Demi Wujudkan Generasi Emas 2045″ Yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekian (YAICI) dan ada juga komunitas Kopi Kebaya dan Buku (KKB) dan pastinya teman-teman dari Blogger Cihuy.

Dari  dalam kandungan hingga lahir kedunia, anak memerlukan pendamping dan pedoman yang baik untuk membimbingnya menjadi pribadi yang baik dan bijak. Dari sini peran orang tua sangat diperlukan, pada dasarnya tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua yang berprestasi, tidak ada pendidikan formal untuk kita  menjadi orang tua yang bertanggung jawab.

Namun lepas dari semua itu, kita harus melakukan hal yang tebaik untuk keluarga tercinta. Menciptakan anak buakn untuk menjadi yang terbaik tapi menjadi anak yang berbudi perketi yang luhur, kelak anak kita bisa terhindar dari Bullying .

Jadilah sahabat untuk anak kita sendiri, misalnya saat memberikan makan pada anak buatlah suasana yang menyenangkan untuk dia. Karna saat waktunya makan, disini semua nutrisi yang diperlukan anak akan masuk kedalam tubuh, dengan nutrisi yang baik dan seimbang memerlukan suasana hati yang gembira dengan itu stimulasi anak akan berkembang dengan baik.

Sisipkan ilmu dalam kegiatan sehari-hari anak :

  1. Saat makan, kita bisa menjelaskan sedikit proses bagai mana sayuran di tanam dan di proses menjadi hidangan yang lezat, padi bisa menjadi beras dan nasi, dari pembelajaran ini kita dapat membuat anak agar bisa menghargai apa yang sudak dia miliki.
  2. Jangan pernah ragu untuk meminta maaf kepada anak jika memang kita melakukan kesalahan, hal ini juga secara tidak langsung mengajarkan  anak untuk mengakui kesalahanya dan mencoba memperbaiki kesalahan dengan meminta maaf.
  3. Mengucapkan kata terima kasih merupakan salah satu ungkapan paling sederhana namun memiliki makna dan juga impact yang tidak sederhana.
  4. Pilih mainan anak anda, berikan mainan sesuai dengan usia anak anada, dengan permainan mengembangkan imajinasi serta kreatifitasnya dan cobalah sedikit menjauhaka anak dari HP.

Kita sangat mementingkan gizi pada anak-anak, tapi apa kita pernah bertanya suka kah dia dengan menu makanan hari ini. Agar asupan gizi tetap terjaga dan anak tidak merasa terpaksa untuk memakanya kita harus sharing nih sama mereka besok kira-kira mau dimasakin apa. Dan berikan anak makanan yang beragam rasa dan aneka warna.

Jika anak kita kekurangan nutrisi dalam pertumbuhan emasnya, maka akan sulit anak untuk mengejar ketertinggalanya. Bahkan perkembangan otaknya berkembang akan melambat setelah usua 3 tahun.

Anak indonesai saat ini mengalami masalah gizi ganda, yaitu gizi kurang / asupan nutrisi yang tidak sempurna, dan akan menyebabkan lambatnya pertumbuhan fisik pendek (stunting) dan kelebihan gizi (obesitas).

Bunda harus tetap berpacu pada diagram gizi seimbang, dan pastikan memberi makan anak sesuai dengan usianya (jangan nyolong star ya). Bayi pada usia 0-6 bualn cukup diberika Asi ibunya saja dan tanpa pemberikan makanan lainya, setelah bayi di atas usia 6 bulan barulah memberika mereka MPAsi dan mulai bertahap hingga memberikan menu makanan keluarga.

Narasumber kita pada hari ini adalah:

  • Dr.Ir. Dwi Hastuti, MSC, selaku kepala Divisi perkembangan anak, Departemen IKK, FEMA< IPB dan pengelola Labschool pendidikan karakter IPB.
  • Prof. DR.Ir. Dodik Briawan, selaku penelitian di pusat pengembangan ilmu pengetahuan teknologi pangan dan pertanian Asia Tenggara dan Nutritionist.
  • Natalya kusumawati, selaku peneliti dalam penganalisa label dari Yayasan Lembaga konsumen Indonesia (YLKI).
  • Kristin Samah, Sebagai moderator dari komunitas kopi kebaya dan Buku (KKB).

Lalu bagai mana dengan makan instan yang beredar diluaran, apakah aman di komsumsi oleh keluarga tercinta, dan keluarga kita. Tentunya makanan instas juag memiliki nilai gizi, walau nilai gizinya tidak sebanyak pada makan yang kita kelola/masak sendiri.

Jadilah komsumen yang cerdas saat memilih bahan makan, sebelum membelia suatu barang ada beberapa yang harus kita perhatikan bunda seperti Kode produksi, label (apa ada BPOM, Halal, SNI), tanggal kadarluarsanya dan kemasanya.

Satu lagi nih bunda, ingatya saat memberikan susu pada anak kiat harus tau belul komposisi dan cara membuatan susu tersebuh. Karna anak mempunyai hak untuk mendapatkan nutrisi yang baik, sebenarnya susu tidak terlalu wajib diberikan kepada anak, jika kita sudah yakin sudah memberikan makanan dengan nutrisi yang baik.

Lalu bagai mana dengan SKM, Bunda perlu di ingat ya kalo SKm itu sangat cocok digunakan/dikomsumsi sebagai toping makanan, bukan untuk diminum dengan air dan menganggapnya itu sebagai susu yang menambah kekurangan nutrisi anak kita. Dan satu lagi bunda kandungan gula pada SKM sangat tinggi jadi tidak cocok dikomsumsi karna dapat menyebabkan diabetes dini.

Advertisements

10 thoughts on “Bukan Hanya Nutrisi saja, Dukungan Keluarga Sangat Penting Untuk Ciptakan Generasi Emas 2045

  1. Aku sempat bingung, apa ya SKM? Ingat sama brand susu sebelah S*M
    Olala, Susu Kental Manis, ternyata. Kudu klik link “di sini” baru nyambung. Hihihi…
    Duh, ingat dulu kecil paling suka minum SKM ini. Soalnya dulu apa-apa ke sungai. Jadi gulanya gak sempat numpuk. Semua jadi energi. :).

    Like

  2. Nutrisi memang sangat penting untuk pertumbuhan anak, agar tumbuh kembangnya optimal. Saya selalu berusaha memberikan gizi seimbang. Seperti makan sayur, lauk pauk dan buah-buahan. Meskipun sudah usia 10 tahun saya tetap memberikan susu pertumbuhan untuk anak ku bukan SKM 😀

    Like

  3. Setuju banget, menciptakan generasi emas itu bukan perkara mudah. Butuh perjuangan yg keras banget ya. Makanya jadi ibu alias org tua itu ga mudah. Jadi ya harus terus belajar, salah satunya dengan rajin rajin baca artikel parenting kaya gini. Makasih sharingnya ya bun

    Like

  4. Proses makan adalah proses belajar pada anak untuk memilih dan menentukan apa yg dia suka atau tidak. Proses belajar ini hrs menyenangkan tapi sayangnya banyak anak batita yg merasa bahwa saat mkn adalah saat yg paling menyeramkan bagi dirinya krn dia dipaksa mkn yg dia tak suka.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s